Monday, August 13, 2012

LAPORAN PRAKTIKUM GENETIKA PELUANG GENETIKA


LAPORAN PRAKTIKUM GENETIKA
PELUANG GENETIKA




Disusun oleh:
Amalia Ratnasari
1001070004
Kelompok B




PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
2011


PELUANG
A.    Tujuan
-          Mengetahui dan memahami teori peluang genetika.
-          Mengetahui peluang yang terjadi pada pelemparan 100x mata uang Rp.100
-          Mengetahui peluang yang terjadi pada benik genetika 1 sifat beda(monohibrid)
-          Mengetahui peluang yang terjadi pada benik genetika dengan dua sifat beda(dihibrid)
-          Mampu membuat tabel dari percobaan yang telah dilakukan.
-          Mampu menghitung data dengan menggunakan teknik chi kuadrat.
-          Mampu menarik kesimpulan berdasarkan praktikum yang dilakukan.

B.     Tinjauan Pustaka
Teori kemungkinan merupakan dasar untuk menentukan nisbah dari tiap-tiap persilangan genotip yang berbeda. Penggunaan teori 9n memungkinkan kita untuk menduga kemungkinan diperolehnya suatu hasil tertentu dari persilangan tersebut (LV Crowder:1986)
Kemungkinan peristiwa yang diharapkan ialah perbandingan antara peristiwa yang diharapkan itu dengan segala peristiwa yang mungkin terjadi terhadap suatu objek. Dalam bahasa inggris kemungkinan ialah probability.(yatim:2003)
Jika obyek yang diamati adalah uang logam Rp.100, sifat kejadian yang diamati ialah lemparan, peristiwanya uang logam Rp.100 itu akan terlentang atau telungkup dilantai setelah dilemparkan, jumlah yang diamati ada dua yaitu terlentang dan terlungkup.
Diibaratkan uang Rp.100 yang sisinya bergambar burung ialah jantan dan yang sisinya berupa angka ialah betina, maka jika kita mengharapkan sekali lentingan muncul gambar burung(jantan) maka nilai kemungkinannya ialah  = . Hal ini dapat dijelaskan  bahwa setiap dua kali pelemparan kesempatan untuk muncul burung(jantan) ialah sekali. Tapi tidak akan selalu terjadi dalam sekali lentingan akan muncul gambar burung(jantan) dan sekali lentingan pula muncul angka(betina)
Probabilitas atau istilah lainnya kemungkinan, kebolehjadian, peluang dan sebagainya umumnya digunakan untuk menyatakan peristiwa yang belum dapat dipastikan. Dapat juga digunakan untuk menyatakan suatu pernyataan yang tidak diketahui akan kebenarannya, diduga berdasarkan prinsip teori peluang yang ada. Sehubungan dengan itu teori kemungkinan sangat penting dalam mempelajari genetika. Kemungkinan atas terjadinya suatu yang diinginkan ialah sama dengan perbandingan antara suatu yang diinginkan itu terhadap keseluruhannya (Suryo:1984) 
Rumus kemungkinan menurut yatim wildan:
1.      Rumus kemungkinan
K (x) =
Keterangan:
K = Kemungkinan
K (x) = kemungkinan peristiwa x
x = peristiwa yang diharapkan
y = peristiwa yang tak diharapkan
2.      Kemungkinan 2 peristiwa yang berdiri sendiri ialah perkalian dari kemungkinan setiap peristiwa
K(x+y) = K(x).K(y)
                        Keterangan:
                        K(x+y) = Kemungkinan peristiwa x dan y
K(x) = Kemungkinan peristiwa x
K(y) = Kemungkinan peristiwa y
Dengan syaratperistiwa ini tidak terikat kepada peristiwa x.
3.      Kemungkinan 2 peristiwa yang timbal-balik ialah pertambahan kemungkinan tiap peristwa.
K(x/y) = K(x) + K(y)
4.      Rumus umum untuk kemungkinan
(a + b)n
Keterangan:
a= Kemungkinan pertama, yang diharapkan
b= Kemungkinan kedua, yang diharapkan
n=jumlah objek yang mengalami peristiwa
           
C.     Alat dan Bahan
-          Uang logam Rp.100
-          40 pasang Benik genetika warna merah
-          40 pasang benik genetika warna kuning
-          40 pasang benik genetika warna hitam
-          40 pasang benik genetika warna hijau


D.    Cara Kerja
·         Peluang koin
1.      Menyiapkan uang logam Rp.100 dengan sisi yang bergambar burung diibaratkan Jantan (♂) dan sisi yang terdapat angka diibaratkan betina (♀).
2.      Melempar uang logam Rp.100 keatas dan memperhatikan jatuhnya uang tersebut.
3.      Setelah uang logam jatuh ke meja maka mencatat hasil dari kemungkinan yang terjadi(munculnya gambar burung atau angka)
4.      Membuat tabel kemungkinan yang telah diamati
5.      Menghitung hasil kemungkinan(peluang) dengan chi kuadrat.
6.      Menyimpulkan apakah percobaan tersebut
·         Monohibrid
1.      Menyiapkan 40 pasang benik genetika yang berwarna merah dan 40 pasang benik genetika yang berwarna kuning.
2.      Memisahkan pasangan benik genetika yang berwarna merah dan berwarna kuning.
3.      Menyiapkan tempat(wadah) yang telah ditulisi jantan(♂) dan betina(♀).
4.      Memasukkan  masing-masing 40 buah benik genetika yang berwarna merah dan 40 buah berwana kuning kedalam wadah yang telah ditulisi jantan(♂)
5.      Memasukkan masing-masing 40 buah benik genetika yang berwarna merah dan 40 buah berwarna kuning kedalam wadah yang telah ditulisi betina (♀)
6.      Mengambil benik genetika dari wadah yang telah ditulisi jantan(♂) dan betina(♀) secara bersamaan dan acak.
7.      Mencatat hasil dari pengambilan acak benik genetika.
8.      Membuat tabel dari hasil pengambilan acak benik genetika.
9.      Menghitung hasil pengambilan acak benik genetika dengan menggunakan perhitungan chi kuadrat.
10.  Menyimpulkan apakah hasil pengambilan acak benik genetika sesuai dengan hukum mendel atau menyimpang dari hukum mendel I.
·         Dihibrid
1.      Menyiapkan masing-masing 40 pasang benik genetika yang berwarna merah, kuning, hitam dan hijau
2.      Memisahkan masing-masing pasangan benik genetika yang berwarna merah, kuning, hitam dan hijau.
3.      Menyiapkan 2 buah wadah yang ditulisi dan diibaratkan jantan(♂) dan 2 buah wadah yang ditulisi dan diibaratkan betina(♀).
4.      Memasukkan masing-masing 40 buah benik genetika berwarna merah dan berwarna kuning kedalam salah satu wadah yang ditulisi dan diibaratkan jantan(♂) secara bersamaan dan acak dan memasukkan masing-masing 40 buah benik genetika berwarna hitam dan berwarna hijau kedalam wadah lain yang ditulisi dan diibaratkan jantan (♂) secara bersamaan dan acak
5.      Memasukkan masing-masing 40 buah benik genetika berwarna merah dan berwarna kuning kedalam salah satu wadah yang ditulisi dan diibaratkan betina(♀) secara bersamaan dan  acak dan memasukkan masing-masing 40 buah benik genetika berwarna hitam dan berwarna hijau kedalam wadah lain yang ditulisi dan diibaratkan betina secara bersamaan dan acak.
6.      Mengambil benik genetika dari 2 wadah jantan dan 2 wadah betina secara bersamaan dan acak.
7.      Mencatat hasil pengambilan ack yang telah dilakukan
8.      Membuat tabel dari hasil pengambilan acak yang telah dilakukan
9.      Membuat perhitungan menggunakan teknik chi kuadrat
10.  Menyimpulkan apakah hasil pengambilan acak yang telah dilakukan sesuai dengan hukum mendel II atau menyimpang dengan hukum mendel II

E.     Hasil Praktikum
1.      Peluang Koin (100 X Lemparan)
Gambar Burung = Jantan (♂)
Angka                = Betina (♀)


Burung ( ♂ )
Angka ( ♀ )
Jumlah
Jumlah individu yang diamati (ft)
50
50
100
Jumlah individu yang diharapkan (Ft)
 x 100 = 50
 x 100 = 50
100
Derejat Kebebasan (dk) = K – 1
                                        = 2 – 1 =1
Menghitung chi kuadrat
 =  +
     = 0 + 0
     = 0
Dari data yang diperoleh jika dibandingkan dengan tabel chi kuadrat ( 3,841 ) maka hasil tersebut lebih kecil dengan tabel dapat disimpulkan Xhitung < X2 tabel sehingga percobaan ini menerima Hipotesis Nol, artinya percobaan ini tidak ada perbedaan dengan hukum Mendel (sesuai Hukum Mendel)

2.      Monohibrid

MM + Mn
mm
Jumlah
Jumlah individu yang diamati (ft)
60
20
80
Jumlah individu yang diharapkan (Ft)
 x 80 = 60
 x 80 = 20
80

 Derajat kebebasan (dk) = K-1
                                       = 2 – 1 = 1
-          Menghitung chi kuadrat
X2=    +
    = 0 + 0
    = 0

Jika dibandingkan dengan tabel chi kuadrat (3, 841) maka hasil tersebut lebih kecil dengan tabel, dapat disimpulkan Xhitung < Xtabel sehinggan menerima hipotesis nol artinya data yang diperoleh tidak ada perbedaan dengan hukum mendel atau tidak menyimpang dengan hukum mendel.
Diagram persilangan
P ♂ MM  ><  ♀ mm

               Mm >< Mm
               M        M = MM
                           m = Mm       3 merah
               m        M = Mn
                           m = mm        1 kuning
            Perbandingan fenotipnya adalah 3 merah: 1 kuning
            Perbandingan genotipnya adalah 1 MM : 2 Mm : 1mm
3.      Dihibrid

M_A_
M_aa
mmA_
mmaa
jumlah
Jumlah individu yang diamati (ft)
46
15
14
5
80
Jumlah individu yang diharapkan (Ft)
 x 80 =45
 x 80 = 15
 x 80= 15
x 80= 5
80

Keterangan:
M (Merah) = Lonjong                         A (Hitam) = Halus
M (kuning) = Bulat                             a (Hijau) = Keriput
Derajat kebebasan (dk) = K-1 = 4-1 = 3
Menghitung chi kuadrat
X2=  +  +  +
    =  +  +  +
    = 0,022 + 0 + 0,066 + 0
    = 0,088
            Jika dibandingkan dengan tabel chi kuadrat, maka hasil tersebut lebih kecil dengan tabel(7,815) sehingga percobaan ini menerima hipotesis nol artinya persilangan ini tidak menyimpang atau sesuai dengan hukum mendel II.
Diagram persilangan
P ♂ MMAA  >< mmaa
              
F1       MmAa >< MmAa
F2         1 MM           1 AA = 1 MMAA      3 lonjong halus
                                  2 Aa = 2 MMAa       
                                      aa  = 1 MMaa        1 lonjong keriput
 2Mm           1 AA = 2 MmAA        6 lonjong halus
                     2 Aa = 4 MmAa
                     aa   = 2 Mmaa            2 lonjong keriput
   mm           1 AA = 1 mmAA         3 bulat halus
                     2 Aa = 2 mmAa
                     aa = mmaa                   1 bulat keriput
perbandingan fenotipnya yaitu 9 lonjong halus : 3 lonjong keriput : 3bulat halus :1 bulat keriput.
Perbandingan genotipnya yaitu 9 M_A_ : 3 M_aa : 3 mmA_ : 1mma
F.      Pembahasan
Ø  Peluang koin (100x lemparan)
kemungkinan atau peluang merupakan ungkapan untuk menyatakan peristiwa yang belum dapat dipastikan, dan menyatakan sesuatu yang belum diketahui kebenarannya. Pada praktikum kali ini yaitu pelemparan uang koin Rp.100 yang mempunai dua sisi, sisi yang bergambar burung diibaratkan jantan(♂) dan sisi lainnya yaitu angka diibaratkan betina(♀), pelemparan uang koin tersebut merupakan salah satu percobaan yang didalamnya terdapat peluang.
Dari praktikum yang telah dilakukan dengan pelemparan uang koin sebanyak 100x diperoleh data munculnya gambar burung(♂) sebanyak 50 dan munculnya angka(♀) sebanyak 50 pula, dari hasil tersebut untuk membuktikan Hukum mendel dengan menggunakan analisi chi kuadrat(X2). Analisis chi kuadrat digunakan untuk mengetahui diterima atau tidaknya praktikum yang telah dilakukan.
Dari praktikum yang telah dilakukan setelah hasil praktikum dihitung dengan chi kuadrat hasilnya yaitu 0 yang mana hasilnya lebih kecil dari tabel chi kuarat dengan derajat kebebasan 1 yaitu 3,841 atau dengan kata lain Xhitung < Xtabel sehingga menerima Hipotesis nol artinya tidak ada perbedaan antara praktikum yang telah dilakukan dengan Hukam Mendel.
Ø  Monohibrid
Teori kemungkinan penting dalam ilmu genetika misalnya dalam hal pemindahan gen-gen dari induk/parental ke gamet-gamet. Dalam praktikum yang telah dilakukan memasukkan masing-masing 40 buah benik genetika warna merah dan kuning ke dalam wadah betina dan memasukkan masing-masing 40 buah benik genetika warna merah dan kuning kedalam wadah jantan, hal ini menunjukan pemindahan gen-gen dari induk ke gamet-gamet keturunan F1.


Dari praktikum yang telah dilakukan diperoleh hasil munculnya MM+2Mm(Merah) yaitu 60 dan munculnya mm(putih) yaitu 20 atau 3:1. Setelah hasil tersebut dihitung menggunakan analisis chi kuadrat hasilnya yaitu 0 yang mana hasil tersebut lebih kecil dibandingkan dengan Xtabel dengan derajat kebebasan 1 yaitu 3,841 dengan kata lain Xhitung < Xtabel sehingga menerima hipotesis nol yang mana hipoesis nol itu sendiri artinya praktikum yang telah dilakukan tidak ada perbedaan dengan hukum mendel. Halini menunjukkan keberhasilan menggunakan analisis chi kuadrat.
Bagan persilangannya yaitu:
P ♂ MM  ><  ♀ mm

               Mm >< Mm
               M        M = MM
                           m = Mm       3 merah
               m        M = Mn
                           m = mm        1 kuning
dari bagan persilangan tersebut menunjukkan kesesuaian dengan hukum mendel yaitu bahwa perbandingan genotip F2 yang diperoleh mendel setelah melakukan persilangan tanaman ercis bunga merah dengan bunga putih adalah 1:2:1, dari bagan persilangan di atas diperoleh perbndingan F2 1MM:2Mn:1mm, sedangkan perbandingan fenotipnya 3merah:1 kuning.
Ø  Dihibrid
Persilangan dihibrid adalah persilangan antara 2 individu dengan 2 sifat beda, pembuktian persilangan ini menggunakan hukum Mendel II yang berbunyi “gen-gen yang terletak pada kromosom yang berlainan akan bersegregasi secara bebas dan dihasilkan 4 macam fenotip dengan perbandingan 9:3:3:1”

Dari praktikum yang telah dilakukan diperoleh data:
M_A_ (Lonjong halus) = 46
M_aa (Lonjong keriput)= 15
mmA_(Bulat halus) = 14
mmaa ( Bulat keriput) = 5
jika hasil tersebut dibuat sebuah perbandingan fenotip maka dihasilkan perbandingan sebagai berikut:
Lonjong Halus : Lonjong Keriput : Bulat Halus : Bulat Keriput
        46             :          15               :         14         :          5
Pendekatan perbandingannya 9:3:3:1. Hasil ini sesuai dengan perbandingan genotip F2 yang diperoleh mendel setelah melakukan persilangan antara dua individu dengan dua sifat beda yaitu bentuk biji dan warna biji pada tanaman ercis yang menghasilkan genotip 1:2:1:2:4:2:1:2:1 sedangkan perbandingan fenotipnya 9:3:3:1.
Untuk membuktikan perbandingan tersebut maka menggunakan diagram persilangan sebagai berikut:
P ♂ MMAA  >< mmaa
              
F1       MmAa >< MmAa
F2         1 MM           1 AA = 1 MMAA      3 lonjong halus
                                  2 Aa = 2 MMAa       
                                      aa  = 1 MMaa        1 lonjong keriput
 2Mm           1 AA = 2 MmAA        6 lonjong halus
                     2 Aa = 4 MmAa
                     aa   = 2 Mmaa            2 lonjong keriput

   mm           1 AA = 1 mmAA         3 bulat halus
                     2 Aa = 2 mmAa
                     aa = mmaa                   1 bulat keriput
perbandingan fenotipnya yaitu 9 lonjong halus : 3 lonjong keriput : 3bulat halus :1 bulat keriput.
Perbandingan genotipnya yaitu 1 MMAA : 2MMAa : 1MMaa : 2MmAA : 4 MmAa : 2Mmaa : 1mmAA : 2mmAa : 1 mmaa
Dari praktikum yang telah dilakukan setelah dihitung menggunakan analisis chi kuadrat hasilnya 0,088 yang mana hasil tersebut lebih kecil dari tabel chi kuadrat dengan derajat kekebasan 3 yaitu 7.815 dapat disimpulkan Xhitung < Xtabel sehingga menerima Hipotesis nol yang mana hipotesis nol itu sendiri artinya data yang diperoleh tidak ada perbedaan dengan hukum mendel atau tidak menyimpang dari hukum mendel.
G.    Kesimpulan
Dari praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa:
-          Peluang atau kemungkinan merupakan ungkapan untuk menyatakan peristiwa yang belum dapet dipastikan dan yang tidak diketahui kebenarannya.
-          Pada percobaan pelemparan koin sebanyak 100x mendapat hasil 50 gambar burung dan 50 angka. Dan dihitung dengan chi kuadrat hasilnya lebih kecil dari tabel sehingga ho diterima artinya percobaan ini tidak menyimpang dengan hukum mendel.
-          Pada percobaan monohybrid setelah dihitung dengan chi kuadrat hasilnya 0 yang mana hasil tersebut lebih kecil dibandingkan tabel(3,842) sehingga menerima ho artinya percobaan yang dilakukan sesuai dengan hukum mendel I.
-          Pada percobaan dihibrid setelah dihitung dengan chi kuadrat hasilnya 0,088 yang mana hasil tersebut lebih kecil dibandingkan tabel(7,815) sehingga menerima ho artinya percobaan yang dilakukan sesuai dengan hukum mendel II.



DAFTAR PUSTAKA
Crowder, L.V. 1986. Genetika Tumbuhan, Edisi Indonesia. Yogyakarta : Gadjah mada university press
        Suryo. 2004. Genetika.  Gadjah mada university press : Yogyakarta
        Yatim,W . 2003. Genetika. Tarsito: Bandung